Deretan Mobil Mewah Koleksi Kiper Arsenal Petr Cech, Seleranya Unik

Suara.com –  Kabar mengejutkan datang dari klub Liga Primer Inggris, Arsenal . Kiper mereka, Petr Cech resmi mengumumkan pensiun di akhir musim 2018/2019 mendatang setelah berkiprah selama 20 tahun di dunia sepak bola.

Gaya hidup penjaga gawang yang menghabiskan 15 musim di Inggris ini memang jarang jadi sorotan media. Beda dengan pesepak bola lain yang kerap memamerkan koleksi mobil mewahnya, penjaga gawang timnas Ceko ini ternyata punya selera mobil yang berbeda.

Mengawali karier di liga Inggris bersama Chelsea di tahun 2004, nama Petr Cech dengan cepat menjadi buah bibir karena performanya di atas lapangan. Cukup berbanding terbalik dengan gaya hidupnya yang jarang ia umbar. 

Sama seperti pesepak bola lainnya, pendapatan wah yang diterimanya diinvestasikan ke dalam bentuk mobil. Jika pesepak bola lain memilih Lamborghini, Ferrari atau Aston Martin sebagai koleksinya, Petr Cech memilih berbeda. 

Ini dia beberapa koleksi mobil Petr Cech .

1. Chevrolet Camaro.

Ilustrasi Chevrolet Camaro. (True Car)Ilustrasi Chevrolet Camaro. (True Car)

Padahal di daratan Inggris, Chevrolet Camaro kurang begitu diminati. Harga mobil kesayangan kiper bertinggi tubuh 193 centimeter ini ditaksir sekitar Rp 720 jutaan.

Penasaran apa lagi koleksi mobil mewah mantan penjaga gawang Chelsea yang punya selera mobil unik ini?

Tiga Langkah Periksa Helm saat Siap Dipakai

Suara.com – Ingin helm futuristik atau keren dalam soal tampilan visual tak menjadi soal. Terpenting adalah pelindung kepala ini memenuhi kriteria baku sebagai peranti safety wajib bermotor . Antara lain jenis helm sesuai peruntukannya, materi tidak kedaluwarsa atau layak pakai, dan seterusnya.

Kemudian, sebelum melaju naik motor serta mengaspal di jalan raya dengan tetap memperhatikan etika berlalu-lintas, cobalah tiga langkah sederhana periksa helm.

Dikutip dari muhealth.org, beginilah sebaiknya membiasakan cara pakai helm yang berhubungan dengan bagian kepala secara keseluruhan. Dengan melakukan tiga hal ini, berarti Anda turut memaksimalkan fungsinya saat melaju di lintasan.

Cara periksanya sebagai berikut: 

1. Untuk bagian mata
Pasang helm di kepala Anda dan lihat ke atas. Anda harus mampu melihat tepi bawah helm.

2. Untuk bagian telinga
Pastikan tali pengikat helm membentuk huruf “V” di bawah telinga Anda saat tertekuk atau terlipat. Tali harus kencang namun nyaman.

3. Untuk bagian mulut
Buka mulut Anda selebar mungkin. Apakah helm  memeluk kepala dengan kokoh dan nyaman? Bila tidak, kencangkan lagi tali pengikatnya.

Tak perlu berlama-lama, bukan?  Jadikan “pemeriksaan” helm ini sebuah kebiasaan  sebelum melaju di jalan raya.

Digempur New Avanza dan Xenia, Mitsubishi Masih Jagokan Xpander

Suara.com – Meluncurnya varian baru New Avanza dan New Xenia tidak membuat Mitsubishi rendah diri. Menurut mereka, Xpander masih memimpin di kelas mobil small MPV.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengaku masih percaya diri jika Xpander masih mampu bersaing di tengah kehadiran New Avanza dan New Xenia.

Pasalnya menurut Imam Choeru Cahya, Head of Sales and Marketing Group PT MMKSI, Xpander sejauh ini masih memiliki banyak peminat.

“Kami percaya bahwa Xpander merupakan produk yang saat ini masih sangat diminati oleh konsumen karena keunggulannya yang memiliki diferensiasi di kelas small MPV ini,” kata Imam saat dihubungi Suara.com, Rabu (16/1/2019).

Tidak hanya itu, Imam mengklaim, fitur yang ditawarkan Xpander saat ini sudah sangat value-for-money bagi para konsumen di Indonesia. Konsumen punya nilai lebih dari Xpander dengan desain, fitur serta kenyamanan yang mendominasi di kelasnya.

“Ini terbukti Xpander berhasil bersaing diposisi atas segmen LMPV dan mencapai market share 29,2% pada bulan Januari – November 2018,” terangnya.

Kendati demikian, Imam juga tidak memungkiri bila kehadiran  produk baru dari kompetitor yang mengalami banyak penyegaran akan menjadi pemicu iklim yang kompetitif bagi industri otomotif di Indonesia. Dengan begitu para produsen akan berlomba untuk menyuguhkan produk terbaik untuk konsumen, dan tentunya akan menjadikan kompetisi menjadi semakin ketat lagi.

Sekadar diketahui, 2018 menjadi tahun kedua bagi model Mitsubishi Xpander bertarung di tengah ketatnya persaingan segmen low multy purpose vehicle (LMPV) di Indonesia. Sebagai pendatang baru, produk racikan Mitsubishi ini terbilang sukses bila melihat capaian sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan angka penjualan unit yang disampaikan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Xpander berhasil membukukan penjualan lebih dari 115 ribu unit hingga Desember 2018.

Ini Caranya Agar Generasi Milenial Berlalu Lintas dengan Benar

Suara.com – Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigjen Chryshnanda Dwilaksana, mengatakan ada beberapa faktor yang melatarbelakangi tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas pada generasi milenial .

Menurutnya, generasi milenial seringkali mengabaikan standar road safety , sehingga menimbulkan masalah lalu lintas. Alhasil, dari data yang ada, dari sekitar 30.000 orang yang meninggal dunia karena kecelakaan, 60 persen di antaranya adalah generasi milenial.

“Generasi milenial bisa dikatakan generasi hidup di balik layar gadget. Itu semua berdampak pada perilaku berlalu lintas. Masalah-masalah lalu lintas sebagian besar disebabkan adanya pelanggaran,” ungkap Chryshnanda Dwilaksana di Jakarta belum lama ini.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa perilaku melanggar ini menjadi kebiasaan, sehingga melanggar dianggap sebagai hal biasa. Sikap permisif terhadap pelanggaran inilah yang membuat orang makin masa bodoh terhadap masalah lalu lintas.

Untuk itu, membangun kesadaran jadi kunci dan merupakan gerakan moral. Membangun kesadaran bagi generasi milenial untuk peduli road safety dapat dilakukan melalui tahapan-tahapan seperti tahap mengetahui, memahami, memanfaatkan, dan mengembangkan.

Karena tujuan dari program road safety sendiri adalah terwujud dan terpeliharanya lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar.

“Kepekaan dan kepedulian generasi milenial akan road safety merupakan gerakan moral untuk mendukung proses membangun budaya tertib berlalu lintas,” tukasnya.

Mitos: Kerap Kenakan Helm Rambut Bakal Rontok !

Suara.com – Belum lama berselang, kelompok bernama Helmet Sakti Virodhi Kruti Samit yang dikenal sebagai grup anti-helm menjadi  viral di jagat maya. Grup ini menentang keras peraturan wajib helm yang dikeluarkan pemerintah India, demi alasan kesehatan. Semisal rambut rontok, sakit leher, sampai cedera tulang belakang.

Namun, kajian ilmiah mesti ada bila ingin tak sepakat menggunakan peranti keselamatan wajib itu. Apalagi mengingat fungsi helm adalah pelindung utama bagi kepala para pengguna kendaraan bermotor, utamanya roda dua (R2).

Menanggapi hal “unik” dari para penolak penggunaan helm, bahkan ada yang sampai mengubur helm segala, Richard Ryan, Executive Director RSV Helmet mengatakan, permasalahan rambut rontok bukan disebabkan helm. Tanpa menggunakan helm pun, rambut juga bisa rontok.

“Mungkin lebih kepada perawatan helm itu sendiri. Bila bagian helm tidak tidak bersih, seperti tidak pernah di cuci, dan selalu dalam keadaan lembap, mungkin bisa menyebabkan rambut rontok,” jelas Richard Ryan saat dihubungi Redaksi suara.com, Rabu (16/1/2019).

Selain itu, menurutnya, cedera tulang belakang juga lebih bergantung pada pemilihan helm. Balik lagi kepada tipe serta jenis produk yang digunakan. Dan bila dibandingkan dengan resiko kecelakaan yang terjadi dengan tidak memakai helm, tentu akan jauh lebih besar bahayanya.

“Jadi sangat tidak beralasan bila menggunakan helm dijadikan alasan menyebabkan rambut rontok dan cidera tulang belakang,” tegas Richard Ryan.

Sebagai informasi, peraturan tentang kewajiban menggunakan helm di India diatur dalam Undang-Undang Kendaraan Bermotor 1988. Pemerintah setempat terus menekankan aturan itu, untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara motor.

Kelompok Helmet Sakti Virodhi Kruti Samit bahkan menentang keras peraturan wajib memakai helm dengan melakukan upacara pemakaman helm di sebuah krematorium di bawah pimpinan sang ketua kelompok. Hanya bisa membuat para pengguna motor lain mengelus dada. Siapa bakal menanggung keselamatan kepala bila mengalami kecelakaan lalu-lintas?

Harga Mercedes-Benz A-Class 2019 Beda Tipis dengan Nissan Terra

Suara.com – Perusahaan mobil asal Jerman, Mercedes Benz ( Mercy ) di tahun 2019 ini memamerkan seri mobil sedan terbaru bertajuk Mercedes Benz A-Class sebagai penerus dari Mercedes Benz CLA Class. Mercy seri terbaru ini memulai debut di Amerika Serikat.

Kabar baiknya adalah harganya juga sudah diumbar ke publik dan cukup menarik perhatian karena cukup ramah kantong.

Dikutip dari laman carscoops, rangkaian model sedan Mercy A-Class akan dimulai dengan varian 220. Varian tersebut mengusung mesin silinder 2,0 liter 4 slinder turbocharged yang akan mampu menghasilkan tenaga 188 HP dan torsi puncak 299 Nm.

Mobil itu juga mengusung transmisi kopling ganda 7 kecepatan. Sekilas dari bodi, mobil sedan cantik itu dilengkapi dengan atap sunroof, roda berukuran 17 inci serta lampu LED di bagian depan dan belakang.

Selain itu, fitur-fitur canggih seperti aplikasi Apple CarPlay, Android Auto, panel instrumen digital dan touchscreen multimedia berukuran 7 inci juga dijejali di mobil tersebut.

Mercedes Benz A-Class. (Mercedes Benz)Mercedes Benz A-Class. (Mercedes Benz)

Diklaim memiliki harga yang ramah kantong, Mercy A-Classs 220 dibanderol dengan harga USD 32.500  atau sekitar Rp 459 juta belum termasuk dengan biaya pengiriman sebesar USD 995 atau sekitar Rp 14 juta. Nominal tersebut setara dengan harga jual Nissan Terra di Indonesia.

Sebagai tambahan informasi, setelah Mercy A-Class 220 juga akan diperkenalkan Mercy A 220 matic yang dibanderol dengan harga Rp 487 juta (belum termasuk ongkos pengiriman). Baik A 220 maupaun A 220 matic juga dilengkapi dengan fitur keselematan seperti Active Brake Assist, Active Steering Assist dan teknologi bantuan lainnya.

Mobimoto.com/ Husna Rahmayunita

Kisah Aris Idol: Artis jadi Driver Taksi Online hingga Terseret Narkoba

Suara.com – Kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan artis kembali terungkap. Setelah penyanyi Chacha Sinha Duo Molek yang diamankan beberapa waktu lalu, kini Aris Idol yang jadi pesakitan. Dirinya ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (15/10).

Sosok Aris Idol bukan orang baru di panggung hiburan. Pemilik nama asli Januarisman Runtuwene tersebut dikenal sebagai juara Indonesian Idol Musim ke-5 tahun 2008 lalu. Di saat itulah, pria yang memiliki suara mirip Charly van Houten menikmati popularitas dan pundi-pundi rupiah. Tapi sayangnya hal itu tidak berlangsung lama.

Beberapa tahun berselang, roda kehidupan Aris Idol berputar. Sempat digugat cerai sang istri di tahun 2008, ia juga terpaksa menyambung hidup sebagai driver taksi online (taksol) di sela-sela aktivitasnya sebagai pemusik.

Namun begitu, Aris mengaku bangga dan menikmati pekerjaan sambilannya itu. Hal tersebut dibuktikan dengan sederet foto yang diunggah dalam jejaring sosial instagram pribadinya. Ekspresi sumringah dan caption bernada dan rasa syukur sering ia pamerkan.

Aris Idol. (Instagram/@aris_official)Aris Idol. (Instagram/@aris_official)

Pekerjaan sebagai driver taksi online dijalani mantan pengamen itu di tahun 2017 saat job menyanyinya sepi. Dari sana lah Aris mendapat penghasilan yang lumayan. Belum lahi ditambah beberapa pelanggannya yang mengenali sosoknya sering memberi tip yang lumayan.

Sukses menjadi driver taksol, Aris Idol kemudian memilih vakum di awal tahun 2018 untuk mengembangkan usaha yang dirintis bersama sang istri. Hal itu dijelaskan dalam sebuah caption unggahannya di Instagram.

Unggahan Aris Idol. (Instagram/@aris_official)Unggahan Aris Idol. (Instagram/@aris_official)

”Oke jadi gini, gue emang udah lama dan jarang sekali narik taksol beberapa belakangan ini karena gua sedang fokus kembangin usaha lain yang mudah-mudahan aja bisa berkembang dan semua itu tidak lepas juga dikelola oleh istri..,” tulis @aris_idol.

Di awal tahun 2019 ini, roda kehidupan Aris Idol kembali berputar, ia kembali diuji dan harus menghadapi kasus jeratan narkoba yang menimpanya.

Ducati Gandeng Audi Pamerkan Teknologi Antarkendaraan

Suara.com – Di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2019, yang berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat, produsen motor Ducati memamerkan sebuah teknologi keselamatan baru . Berupa sebuah sistem berjuluk C-V2X .

Tujuannya adalah membuat kendaraan bisa saling berkomunikasi, alias berperan sebagai komunikator antarkendaraan. Sementara ujicobanya dilakukan dengan menggandengkan Ducati Multistrada 1200 Enduro bersama dua unit mobil Audi .

Dalam sebuah ilustrasi yang diperagakan, kendaraan mampu berinteraksi melalui bantuan perangkat. Saat kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) tadi bertemu di persimpangan jalan yang minim rambu lalu-lintas, maka sistem akan mendeteksi tunggangan yang lewat serta bisa langsung menentukan siapa yang sebaiknya terlebih dahulu melewati persimpangan.

“Demonstrasi ini menunjukkan kasus penggunaan di mana teknologi canggih mampu meningkatkan keselamatan pengguna sepeda motor secara signifikan,” kata Pierluigi Zampieri, Manajer Inovasi Kendaraan di Ducati Motor Holding, seperti dikutip dari RideApart, Rabu (16/1/2019).

Sementara itu, Anupam Malhotra, Direktur Connected Vehicle and Data di Audi of America menjelaskan, teknologi ini akan memberikan sekilas gambaran sekilas tentang cara mengemudi secara kooperatif dan terhindar dari kecelakaan di perempatan jalan.

“Selain keamanan tambahan, C-V2X dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi yang bisa diterapkan pada kendaraan swakemudi, baik saat ini dan di masa depan,” kata Anupam Malhotra.

Dan dari pihak Ducati disampaikan bahwa pembuatan mobil dan sepeda motor yang saling bisa berkomunikasi di jalan adalah sebuah pencapaian teknologi tertinggi yang ingin dicapai semua pabrikan.

Harapannya, dengan menggarap projek seperti Audi dan Ducati ini, tercipta cara yang jauh lebih aman bagi semua macam kendaraan.

Renault Tunjuk Pemegang Merek Baru, Ada Apakah ?

Suara.com – Produsen mobil asal Prancis, Renault menunjuk Agen Pemegang Merek ( APM ) baru untuk memasarkan produknya di Indonesia . Rencana ini diketahui setelah Redaksi suara.com menerima undangan peluncuran APM baru bernama Maxindo Renault Indonesia yang akan berlangsung Senin (21/1/2019).

Dengan peralihan ini, maka Nusantara Maxindo melalui Maxindo Renault Indonesia akan memiliki hak untuk mengimpor, memasarkan, mendistribusikan serta mengadakan layanan purna jual terhadap merek Renault di Indonesia.

Sebagai produsen yang cukup dikenal, penjualan Renault sebenarnya kurang begitu memuaskan. Berdasarkan data Gaikindo periode Januari – November 2018, penjualan retail Renault hanya mencapai 367 unit. Sedangkan untuk wholesales (distribusi ke dealer) mencapai angka 273 unit.

Dalam hal ini, Renault hanya menawarkan beberapa model seperti Renault Duster yang bersaing di segmen SUV, Koleos, Clio RS dan Renault Kwid yang menjadi model entry level di Indonesia.

Jika sebelumnya Clio RS dan Duster sempat dijual, namun memasuki semester kedua tahun lalu hanya Koleos dan Kwid yang ditawarkan.

Dengan posisi Maxindo Renault Indonesia saat ini, otomatis menggeser perusahaan pemegang merek Auto Euro Indonesia yang diketahui masih di bawah payung Indomobil group dan pemegang merek Renault.

Terkuak: Yamaha Doyan Kolaborasi Ciptakan Mesin Mobil

Suara.com – Sepertinya belum banyak yang memperhatikan bahwa Yamaha dan Toyota pernah berkolaborasi untuk mengembangkan sebuah mobil pikap Yamahauler .

Mengutip RideApart, Yamahauler adalah kendaraan roda empat (R4) yang diproduksi sebagai mobil towing pengangkut motor.

Dan tak sampai di sini langkah mereka, kemitraan khusus antara dua pabrikan dengan fokus produksi berbeda ini (satu di bidang R4, yaitu Toyota tentunya, dan satu lagi bidang roda dua (R2), untuk Yamaha sendiri) juga menghasilkan mesin yang ditanamkan pada beberapa model Toyota.

Beberapa nama mobil yang cukup legendaris menggunakan mesin hasil pengembangan dari produsen Yamaha, antara lain Celica dan MR2. Juga Toyota 2000GT, salah satu mobil sport Toyota. Kemudian kolaborasi mesin 4A-GE yang digunakan pada model Toyota Sprinter Trueno AE86.

Kesuksesan mesin hasil kolaborasi Toyota dan Yamaha ini beroleh predikat cukup baik. Keunggulan bobot mesin ringan serta luaran tenaga yang besar membuat mesin 4A-GE banyak diburu penggemar mobil.

Kemampuan Yamaha mengembangkan mesin mobil ternyata tidak hanya ditujukan untuk Toyota. Beberapa produsen terkenal juga pernah melakukan kerjasama, di antaranya Ford dan Volvo.

Seperti diketahui, produsen berlogo garpu tala ini juga mendesain mesin V8 4.400 cc untuk Volvo XC90 dan S80. Mesin yang sama digunakan Volvo dalam ajang balap V8 Supercars di Australia.

Toyota Bantah Desain Avanza Baru Contek Kompetitor

Suara.com – Kehadiran New Avanza akhirnya menjawab teka – teki terkait peluncuran mobil berjuluk “mobil sejuta umat” ini. Namun sayangnya, desain bumper Avanza baru disebut-sebut sedikit meniru desain dari kompetitor di kelasnya, yakni Mitsubishi Xpander .

Menanggapi hal ini, Communication Dept Manager PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy menegaskan bila desain New Avanza mengadopsi gaya desain yang dikembangkan Toyota. Sehingga desain yang ada pada Avanza tidak mengikuti desain lain milik kompetitor.

“Kami kembangkan New Avanza dan New Veloz dari model yang dimiliki Toyota seperti Voxy, serta Vellfire yang memiliki desain samping bumper yang menjadi ciri khas model itu,” ujar Anton Jimmi Suwandy di sela peluncuran New Avanza dan New Veloz, di Jakarta.

Dalam hal ini, bumper pada bagian sisi samping New Avanza dan New Veloz menjadi bagian yang dinilai paling mirip dengan pesaingnya. Namun bila diperhatikan secara lebih cermat, tampilan Avanza dan Veloz baru sebenarnya bisa dikatakan sebagai Mini Voxy.

“Pilihan desain panel foglamp ini kami gunakan karena konsumen suka dengan model seperti itu. Seperti New Avanza yang dikembangkan berdasarkan masukan konsumen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Anton Jimmi Suwandy.

Toyota sendiri ke depannya mengaku sudah memikirkan untuk menghadirkan All New Avanza. Namun saat ini produsen asal Jepang ini masih akan memfokuskan diri pada New Avanza dan New Veloz.

Pasalnya, meski bukan sebagai produk all new, kedua produk anyar racikan Toyota ini diklaim memiliki perubahan yang signifikan.

Helm Berkamera, Solusi Buat Makin Fokus dengan Sekeliling

Suara.com – Merasa pergerakan saat bermotor kurang leluasa karena sesekali harus menengok ke belakang? Atau kesulitan berbagi konsentrasi antara kondisi lalu-lintas bagian haluan dengan buritan? Jangan khawatir, gunakan saja helm cerdas satu ini.

Produk bertajuk Argon Transform adalah lansiran Whyre, sebuah perusahaan rintisan asal Singapura dengan fokus road safety intelligence. Beranggotakan lima personel, mereka mengedepankan produk-produk berkaitan Artificial Intelligence (AI) serta Augmented Reality (AR). Salah satunya adalah peranti safety utama dalam bermotor: helm.

Argon Transform helmet tampak belakang [Whyre, www.argontransform,com].Argon Transform helmet tampak belakang [Whyre, www.argontransform,com].

Pelindung kepala buatan Whyre ini memiliki dua kamera wide angle Augmented Vision System (AVS). Satu ditempatkan di bagian belakang helm, yang bertugas memproyeksikan kondisi realitas saat itu ke bagian Heads Up Display (HUD) di bagian depan. Dan satu lagi berfungsi mirip dashcam di mobil, sehingga membatu pengendara dalam mendapatkan sudut pandang lebih luas dari kaca spion, serta mengurangi kondisi blind spot.

Selain membantu keleluasaan pandang pengguna saat naik motor, helm Argon Transform juga dilengkapi konektivitas Bluetooth untuk fitur telepon dan hiburan musik, memori yang bisa di-upgrade, serta sistem audio dan mikrofon terpisah.

Canggih bukan, pelindung kepala seharga sekitar Rp 9 juta ini? Dijamin sanggup membantu pengendara secara optimal dan sangat kekinian.

Pemerintah Lakukan Akselerasi untuk Kendaraan Listrik

Suara.com – Persiapan menuju dunia otomotif dengan energi terbarukan terus dilakukan pemerintah di Tanah Air. Dikutip dari kantor berita Antara, pemerintah telah mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik dengan cara harmonisasi regulasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

“Terkait fasilitas fiskal, kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan. Setelah disepakati dan sesuai arahan Rapat Terbatas (Ratas), selanjutnya dikoordinasikan dengan Menko Perekonomian dan Kemaritiman untuk persiapan Perpresnya,” demikian dituturkan Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto usai mengikuti Ratas tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik di Kantor Presiden, Jakarta. di Jakarta, Selasa(15/1/2019).

Sesudahnya, Menteri Keuangan akan berkonsultasi dengan Komisi XI DPR.

Lebih detail, Menperin menyatakan bahwa pengembangan kendaraan listrik adalah salah satu komitmen pemerintah dalam upaya menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (CO2) sebesar 29 persen pada 2030, sekaligus menjaga ketahanan energi, khususnya di sektor transportasi darat.

“Sesuai yang disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo, kendaraan bermotor listrik dapat mengurangi pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM), serta mengurangi ketergantungan kita pada impor BBM yang berpotensi menghemat devisa kurang lebih Rp 798 triliun,” tandas Airlangga Hartarto.

Ditambahkannya, Kementerian Perindustrian telah menyusun road map bagi pengembangan industri otomotif nasional. Salah satu fokusnya adalah memacu produksi kendaraan emisi karbon rendah atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), termasuk kendaraan listrik.

“Targetnya pada 2025, populasi mobil listrik diperkirakan tembus 20 persen atau sekitar 400 ribu unit dari dua juta mobil yang diproduksi di dalam negeri,” ujar Menperin.

Selain itu, di tahun target yang sama, juga dibidik dua juta unit untuk populasi motor listrik.

“Langkah strategis sudah disiapkan secara bertahap, sehingga kita bisa menuju produksi mobil atau sepeda motor listrik yang berdaya saing di pasar domestik maupun ekspor,” lanjut Airlangga Hartarto.

Dan hal ini sejalan dengan implementasi program prioritas Making Indonesia 4.0.

Menperin menyatakan pula, bahwa salah satu kunci pengembangan kendaraan listrik adalah teknologi baterai. Dalam hal ini, Indonesia telah memiliki sumber bahan baku pembuatan komponennya, seperti nikel laterit yang merupakan material energi baru.

Akhirnya, Daihatsu Resmi Luncurkan Grand New Xenia

Suara.com – Setelah ditunggu kehadirannya, akhirnya, Daihatsu resmi meluncurkan Grand New Xenia untuk menjawab tingginya animo masyarakat terhadap produk MPV yang andal. Peluncuran ini diselenggarakan Selasa (15/1/2019), di Daihatsu Astra Biz Center, BSD, Tangerang.

Peluncuran ini juga diadakan bertepatan dengan 15 tahun hadirnya Xenia di Indonesia, sesuai dengan tagline “Terbukti 15timewa”. Grand New Xenia menghadirkan varian baru dengan mesin 1.500 cc berteknologi Dual VVT-i, sesuai dengan permintaan masyarakat yang menginginkan performa mesin yang lebih bertenaga.

Hadir dengan konsep Modern, Tough & Sporty, Grand New Xenia tampil lebih modern, gagah, juga memperlihatkan sisi sporty sehingga tampak lebih dinamis. Pada sisi eksterior, Grand New Xenia tampil lebih stylish dengan desain baru pada sisi bumper depan, belakang, serta alloy wheel, memberikan tampilan yang lebih dinamis.

Desain baru lampu depan (headlamp) dan belakang, serta penggunaan LED headlamp, membuat tampilan menjadi modern, pencahayaan lebih terang, fokus, namun tetap hemat daya. Pada sisi interior, Grand New Xenia juga memberikan suasana kabin berbeda, yakni new 2 tone colors, desain Center Cluster dengan sentuhan black piano, dipadukan teknologi kekinian digital AC memberikan kesan mewah dan kemudahan bagi penggunanya.

Pada sisi audio, Grand New Xenia menawarkan 2-DIN touchscreen audio di semua varian. Pada beberapa varian, audio sudah didukung oleh teknologi konektivitas yang dapat menghubungkan audio dengan smartphone.

Dengan disematkannya tombol pengaturan audio pada posisi stir kemudi, power outlet pada baris pertama dan kedua, audio speakers di 6 titik, semakin memberikan kenyamanan dan keasyikan tersendiri saat digunakan berkendara. Dengan adanya shark fin antena, selain lebih stylish, juga menghasilkan kualitas suara yang jernih.

Grand New Xenia juga dilengkapi dengan rear camera sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Tak hanya itu, khusus untuk Grand New Xenia 1.5, dilengkapi dengan fitur keselamatan yang lebih advanced, seperti Anti Lock Brake System (ABS) dan Electronic Brakeforce Distribution (EBD).

Grand New Xenia juga memiliki total 8 pilihan warna, yang diantaranya terdapat 3 pilihan warna baru, yaitu Pearl White, Bronze Metallic, dan Blue Metallic. Disusul 5 warna lainnya, yakni Icy White, Classic Silver, Dark Red Metallic, Dark Grey Metallic, dan Midnight Black.

Grand New Xenia hadir dengan total 10 varian, dengan harga yang dimulai dari Rp 183.350.000 sampai Rp 228.950.000.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesetiaan dan kepercayaan masyarakat terhadap Daihatsu. Sebagai Sahabat Keluarga, Xenia telah terbukti keistimewaannya dan kehandalannya selama 15 tahun. Kami berharap, Grand New Xenia dapat menjadi mobil MPV terbaik pilihan keluarga dan masyarakat Indonesia,” ujar Tetsuo Miura, President Director of PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Tak Disangka: Pasar Mobil di Cina Alami Kemunduran

Suara.com – Setelah lebih dari dua dekade, perdagangan kendaraan roda empat ( R4 ) di Negeri Tirai Bambu mengalami kemunduran . Demikian diungkap oleh Asosiasi Produsen Otomotif Cina (CAAM) yang dikutip kantor berita Antara dari Reuters pada Senin (14/1/2019).

Pada Desember 2018, penjualan R4 di Cina turun 13 persen, kata CAAM, setelah sebelumnya secara beruntun susut selama enam bulan. Produk yang terjual adalah 28,1 juta unit, atau turun sebesar 2,8 persen dibandingkan 2017. Hal ini berkebalikan dengan harapan pemerintah Cina yang menggadang-gadang bahwa penjualan produk R4 tahunan akan naik sebesar tiga persen seperti ditetapkan di awal 2018.

Menurut Shi Jianhua, pejabat senior CAAM, pasar Cina berada dalam kondisi “masih menghadapi tekanan yang relatif besar dalam jangka pendek”.

Diprediksi oleh CAAM bahwa kondisi lemahnya pasar R4 Cina akan bertahan pada 2019 dan angka penjualan akan tetap 28,1 juta unit, dan pemerintah melihat pertumbuhan ini berada di kisaran 0 – 2 persen.

Perusahaan otomotif yang paling terpukul dengan turunnya gairah pasar industri sektor ini adalah Ford, di mana mengalami penyusutan penjualan sampai 37 persen. Sementara Jaguar Land Rover (JLR) mengambil sikap berhati-hati dalam penjualan di Cina, mengingat dampak perang dagang antara Cina dengan Amerika Serikat.

Bahkan Geely, perusahaan otomotif paling sukses di Negeri Tirai Bambu yang meraup sukses penjualan lebih banyak sebesar 20 persen pada 2018 pun mengalami kemunduran. Pertumbuhannya lebih rendah 63 persen dibandingkan 2017. Pabrikan ini menyatakan penjualan mereka bakal flat pada 2019.

Akan tetapi, kondisi berlawanan terjadi pada Toyota. Di Cina, mereka mengalami kenaikan penjualan sebesar 14,3 persen, dengan permintaan terbesar adalah mobil mewah Lexus.

“Kita mesti mencermati ketidakpastian besar dalam ekonomi makro dan perang dagang yang terjadi pada pasar R4 di Cina pada 2018, kemungkinan akan terjadi lagi pada 2019,” demikian Yale Zhang, kepala konsultan AutoForesight mewanti-wanti.